Ratapan Sang Pemikir

Jangan Hanya Menjadi Manusia Biasa….

Religion and Violence October 7, 2008

Filed under: Religion — ismud @ 7:01 am
Oleh: A. Sihabulmillah

Moreover, despite the fact that these elites hold such meetings after every outbreak of religious based violence, the violence keeps recurring. Despite this problem, there are a number of factors involved in interfaith dialog that make it an important arena for transforming destructive religious attitudes into loving ones.

The 9/11 tragedy created a rift in interfaith relations – mainly between Islam and Christianity – and unfortunately, this rift has led to yet further bloodshed. In response to this, an international interfaith dialog was held in Jogjakarta on the 6th and 7th of December, 2004. Participants came from ten South East Asian countries and four other countries, namely Australia, New Zealand, Papua New Guinea, and East Timor. The objective of the dialog was to develop understanding and harmony among the interfaith communities, particularly in the Asia-Pacific region.
(more…)

 

Nietzsche October 6, 2008

Filed under: Philosopy — ismud @ 12:31 pm

Nietzsche

Filsafat Nietzsche adalah filsafat cara memandang ‘kebenaran’ atau dikenal dengan istilah filsafat perspektivisme. Nietzsche juga dikenal sebagai’’sang pembunuh Tuhan” dalam ”Also sprach Zarathustra”. Ia memprovokasi dan mengkritik kebudayaan Barat di zaman-nya (dengan peninjauan ulang semua nilai dan tradisi atau ”Umwertung aller Werten”) yang sebagian besar dipengaruhi oleh pemikiran Plato dan tradisi kekristenan (keduanya mengacu kepada paradigma kehidupan setelah kematian, sehingga menurutnya anti dan pesimis terhadap kehidupan). Walaupun demikian dengan kematian Tuhan berikut paradigma kehidupan setelah kematian tersebut, filosofi Nietzsche tidak menjadi sebuah filosofi nihilisme. Justru sebaliknya yaitu sebuah filosofi untuk menaklukan nihilisme. nihilisme di sini juga dipahami sebagai ‘kedatangan kekal yang sama (atau dalam terminologi Nietzsche : ‘die Ewige Wiederkehr des Gleichen’) yang merupakan siklus berulang-ulang dalam kehidupan tanpa makna berarti di baliknya seperti datang dan perginya kegembiraan, duka, harapan, kenikmatan, kesakitan, ke-khilafan, dan seterusnya… (”Überwindung der Nihilismus”) dengan mencintai utuh kehidupan (”Lebensbejahung”), dan memposisikan manusia sebagai manusia purna ”Übermensch” dengan kehendak untuk berkuasa (der Wille zur Macht).

Selain itu Nietzsche dikenal sebagai filsuf seniman (”Künstlerphilosoph”) dan banyak mengilhami pelukis moderen Eropa di awal abad ke-20, seperti Franz Marc, Francis Bacon, dan Giorgio de Chirico, juga para penulis seperti Robert Musil, dan Thomas Mann. Menurut Nietzsche kegiatan seni adalah kegiatan metafisik yang memiliki kemampuan untuk me-transformasi-kan tragedi hidup.