Ratapan Sang Pemikir

Jangan Hanya Menjadi Manusia Biasa….

Tan Malaka – Politik (1945) September 23, 2008

Filed under: Politic — ismud @ 7:55 pm

Ditulis oleh Tan Malaka di Surabaya, 24 November 1945

Sumber: Tulisan ini diambil dari buku Merdeka 100%, cetakan pertama, Oktober 2005, dengan ijin dari penerbit Marjin Kiri. Buku ini mengandung tiga tulisan Tan Malaka: Politik, Rencana Ekonomi Berjuang, dan Muslihat.

Transcribed to HTML by Ted Sprague


PENGANTAR

DUA LUSIN TAHUN lamanya saya menunggu-nunggu kejadian yang berlaku dengan pesat dahsyat di Indonesia sekarang ini. Berbahagialah rasanya hidup saya karena bisa menyaksikan perjuangan di Surabaya selama satu minggu lamanya (17 – 24 November 1945).

Sikap dan semangat proletar, tani, dan pemuda Indonesia memuncak, sesuai semua karya dan pengharapan saya selama dalam perantauan. Di Shanghai atau Berlin, di Mesir atau Moskow, saya tak menjumpai sikap dan semangat yang lebih tepat-tangkas-tegap.

Tetapi rasanya masih ada kekurangan baik ditilik dari penjuru ideologi ataupun organisasi.

Pengalaman seminggu lamanya di masa Surabaya dihujani dengan pelor dan bom, ditambah pula dengan permohonan dari pihak pemuda yang sedang berjuang dengan hati laksana baja, saya dalam perjalanan ini terpaksa menulis beberapa brosur.

Yang sudah ditulis tergopoh-gopoh dalam perjalanan ini ialah Politik ini, yang berhubungan dengan kemerdekaan. Brosur yang kedua ialah yang berhubungan dengan Rencana Ekonomi. Yang ketiga akan berhubungan dengan Muslihat mempertahankan Republik Indonesia. Kedua buku yang belakangan itu diharap akan dihabiskan dalam perjalanan pula.

****

(more…)

 

Niccolò Machiavelli (1469-1527) September 23, 2008

Filed under: Politic — ismud @ 5:07 pm
Machiavelli
In 1498, Niccolò Machiavelli began his career as an active politician in the independent city-state of Florence, engaging in diplomatic missions through France and Germany as well as Italy. After more than a decade of public service, he was driven from his post when the republic collapsed. Repeated efforts to win the confidence and approval of the new regime were unsuccessful, and Machiavelli was forced into retirement and a life of detached scholarship about the political process instead of direct participation in it. The books for which he is remembered were published only after his death.

(more…)