Di kala kegundahan ku semakin meradang, aku tak tahu harus menjadikan hidup ini apa. Usaha telah mendekati titik kulminasi. Entah jadi apa keringat yang selama ini aku peras hingga tetes terakhir. Dan tampaknya sudah hampir kering. Aku berharap akan ada yang teduhkan jalan ku, namun sampai aku melemah, mentari masih terlalu bebas menghujam tubuh ku.
Sepertinya terlalu jauh aku memusatkan pandangan ku. Pasir dan kerikil mencengkram kaki ku, seakan melarang ku untuk melanjutkan mimpi. Kapan aku bisa menghirup udara pagi, sementara ku rasakan selalu mentari di atas kepala ku. Sesekali aku menghela nafasku yang semakin pendek, namun sesekali pula aku membuang pandangan ku kearah yang tak pernah aku lihat selama ini.
(more…)
